Tampilkan postingan dengan label dzikir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dzikir. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Oktober 2016

Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu

Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu - Membaca Dzikir dan Doa Setelah Sholat Fardhu sangat di anjurkan karena doa dzikir dan doa adalah media untuk memohon dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, maka sangat di anjurkan untuk dilakukan secara rutin setiap selesai sholat fardhu (5 waktu).

1. Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu.


Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu

  • Membaca Istighfar

اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَضِيْمِ اَلَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوْبُ إِلَـــيْهِ (x٣)
Astaghfirullahal-azhim alladzi la ilaha illa huwal-hayyul-qayyum wa atubu ilaih (3x) 
“Aku memohon ampun kepada-Mu, ya Allah! Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Hidup lagi Yang Berdiri Sendiri, dan aku bertobat (kembali) kepada-Nya.

  • Membaca Kalimat Tauhid


لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدٌ يُحْيِ وَيُمِتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قدِرْ
La ilaha illallahu wahdahu la syarikalahu lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyi wayumitu w huwa ala kulli syai’in qadir (7/10x)
“Tidak ada Tuhan selain Allah, Zat yang Maha Tunggal yang tidak mempunyai sekutu, bagi-Nya kerajaan dan pujian, Yang menghidupkan dan Yang mematikan, Dia-lah yang mempunyai kekuasaan.”

  • Membaca Kalimat Hauqalah


لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَضِيْمِ
La haula wala quwwata illa billahil-‘aliyyil-‘azhim (3x)
“Tidak ada daya dan kekuatan kecuali beserta Allah Yang Maha Tinggi, Mulia, lagi Maha Agung.”

  • Membaca Kalimat Tauhid


لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إَلاَّ إِيَّاهُ لَهُ النِّعْمَتُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثّــنََاءُ الْحَسَنُ لاَإِلَهَ إِلاَّاللهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ ولَوْ كَرِهَ الْكَافِرٌوْنَ
La ilaha illallah wa la na’budu illa iyyah lahun-ni’matu walahul-fadhlu walahuts-tsanaul-hasanu la ilaha illallahu mukhlishina lahud-dina walau karihal-kafirun.
“Tidak ada Tuhan selain Allah, dan tidaklah kami menyembah hanya kepada-Nya, bagi-Nya kenikmatan berasal, dan hanyak milik-Nya segala keutamaan dan pemberian, dan hanya milik-Nyalah segala sebutan yang baik. Tidak ada Tuhan selain Allah, yang harus memunirkan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya.”

  • Membaca Doa Selamat


اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَأَدْ خِلْنَ الْجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَرَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَا لَيْتَ يَاذَالْجَلاَلِ وَالْأِ كْرَامِ
Allahumma antas-salam wa minkas-salam wa ilaika ya’udus-salam fa hayyina rabbana bis-salam wa adkhilnal-jannata daras-salam tabarakta rabbana wa ta’alaita ya dzal-jalali wal-ikram.
“Ya Allah, Engkau adalah Zat yang mempunyai kesejahteraan dan dari-Mu kesejahteraan itu kepada-Mu akan kembali lagi segala kesejahteraan itu. Ya Tuhan kami, hidupkanlah kamu dengan sejahtera. Masukkanlah kami kedalam surga kampung kesejahteraan. Engkaulah yang berkuasa memberi berkah yang banyak dan Engkaulah Yang Maha Tinggi, wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”

  • Membaca Surah Al-Fatihah

  • Membaca Ayat ke-163 Surah Al-Baqarah


وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الرَّ حْمَنُ الرَّحِيْمُ
Wa ilahukum ilahuw-wahidul-la ilaha illa huwar-rahmanur-rahim.
“Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Baqarah [2]: 163)

  • Membaca Ayat Kursi


اَللهُ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَالْحَيُّ اْقَيُّوْمُ لاَ تَأْ خُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِى السَّمَا وَاتِ وَمَا فِيْ الْأٌرْضَ مَنْ ذَااْلَذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إَلاَّ بِإَذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَاْفَهُمْ وَلاَ يُحَيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَوَسِعَ كُرْسِيُهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَ رْضَ وَلاَ يَئُوْدُهُ حِفْضُهُمَاوَهُوَالْعَلِيُّ الْعَضِيْمُ
Allahu la
ilaha illa huwal-hayyul-qayyum la ta’ khudzuhusinatuw-wa la naum lahu ma fis-samawati wa ma fil-ardh man dzal-ladziyasfa’u indahu illa bi idznih ya’lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum wa la yhithuna bi syaim min-ilmihi illa bimasya’ wasi’a kursiyyuhus-samawati wal-ardh wa la yauduhu hifzuhuma wa huwal-aliyyul-azim.
 “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetaui segala sesuatu yang ada dihadapan dan di belakang mereka da mereka tidak mengetahui sedikit pun dari ilmu Allah, melainkan apa yang dikehendaki-Nya. “Kursi” Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” 

  • Membaca Surah Al-Ikhlas

  • Membaca Surah Al-Falaq

  • Membaca Surah An-Nas

Kemudian membaca...
إِلَهِيْ يَا رَبِّي أَنْتَ مَوْلاَ نَا....
Ilahi ya rabbi anta maulana ....
"Wahai Tuhan kami, Engkaulah penolongku ...."

  • Membaca Kalimat Tasbih

سُبْحَانَ اللهِ (x٣٣/١٠)
Subhanallahi (10/33x)
"Maha Suci Allah"

  • Membaca Hamdalah

اَلْحَمْـــدُلِلهِ (x٣٣/١٠)
Alhamdu lillahi (10/33x)
"Segala puji bagi Allah."

  • Membaca Kalimat Takbir

اَللهُ اَكْبَرُ (x٣٣/١٠)
Allahu akbar (10/33x)
"Allah Maha Besar."

  • Membaca Kalimat Takbir dan Hauqalah

اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًاوَالْحَمْدُ لِلهَ كَثِرًاوَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. لاَ إِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِتُ وَهُوَ عَلَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيٌْر (وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَضِيْمَ)
Allahu akbar kabira walhamdu lillahi katsira wa subhanallahi bukrataw-wa-ashila. La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah. Lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyi wa yumitu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir. (Wa la haula wa la quwwata illa billahil-aliyyil-azhim).
“Allah Maha Besar lagi Maha Sempurna kebesaran-Nya dan segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan petang. Tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dialah yang memiliki kekuasaan dan bagi-Nya segala puji, Zat yang Menghidupkan dan yang Mematikan, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu (Dan tidak ada daya upaya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia)” 

  • Membaca Doa

اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مَنْكَ الْجَدُّ, لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma la mani a lima a thaita wa la mu’thiya lima mana’ta wa la yanfa’u dzal jadii minkal jaddu, la ilaha illa anta.
 “Ya Allah tidak ada yang menghalangi bagi apa yang telah Engkau berikan dan tidak kepada orang yang kaya di sisi Engkau segala kekayaanya selain dari kebesaran-Mu ya Rabb. Tidak ada Tuhan yang layak disembah selain Engkau.”

  • Membaca Shalawat

أَللَّهُمَّ صَلِّى وَسَلَّمْ عَلَى سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ, عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ, وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَبَارِكْ وَسَلِّمَ
Allahumma shalli wasallim ala sayyidina Muhammad ‘abdika wa rasulikan-nabiyyil-ummiyyi wa ash habihi wattabi’ina wa barik wa sallim 
“Ya Allah, limpahan kehormatan dan kesejahteraan tetap atas junjungan kami Nabi Muhammad sebagai hamba-Mu dan utusan-Mu Nabi yang ‘ummi’, dan juga kepada seluruh keluarganya, para sahabatnya, para pengikutnya semoga mendapatkan keberkahan dan keselamatan.”

Setelah membaca Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu di atas boleh juga ditambah istghfar, shalawat, dan kalimat tahlil sekehendaknya. Kemudian dilanjutkan-

Doa Setelah Sholat Lengkap


Sekian info mengenai Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu  semoga berguna , jika berguna monggo di share ke rekan-rekan sekalian. Jika berkenan silahkan tinggalkan komen dan kritik yang membangun pada kolom di bawah ini…. Terima kasih….

Tata Cara dan Bacaan Sujud Tilawah

Tata Cara dan Bacaan Sujud Tilawah - Sujud tilawah adalah sujud bacaan, maksudnya dalah sujud yang yang dilakukan baik di dalam sholat ataupun di luar sholat sewaktu membaca atau mendengar bacaan dari ayat-ayat sajdah, yakni ayat-ayat yang disunahkan bersujud seusai membacanya, dalam pembacaan Al-Qur’an (QS. Maryam: 58)
Tata Cara dan Bacaan Sujud Tilawah

Tatacara Sujud Tilawah

Ketika kita membaa atau mendengar ayat-ayat sajdah dari Al-Qur’an, baik dalam posisi duduk atau berdiri, maka kita disunahkan untuk bertakbir dan bersujud satu kali, dalam sujud membaca doa:

سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ تَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ
Sajada wajhiya lilladzi khalaqahu wa shawwarahu wa syaqqa sam’ahu wabasarahu bihaulihi wa quwwatihi tabarakallahu ahsanul-khaliqin.
“Wajahku sujud kepada Tuhan yang menciptakannya, yang melukisnya, yang memberi penglihatan dan pendengaran, dengan kekuasaan dan kekuatan-Nya Maha Suci Allah sebaik-baik pencipta.” 

Kemudian bangkit dari sujud sembari mengucapkan takbir
Tata cara pengerjaan sujud diatas hendaknya memperhatikan hal-hal berikut:
  1. Sujud tilawah hanya dilakukan seali untuk satu ayat sajdah
  2. Tidak perlu wudhu dan tidak perlu menyucikan badan atau pakaian dari najis (kecuali dalam sholat)
  3. Sebaiknya menhadap kiblat
  4. Tidak diisyaratkan bertahiyat atau salam namun di anjurkan mengucapkan takbir.
  5. Kalau kebetulan pembacaan ayat sajdah dilakukan dalan sholat, disunahkan melakukan sujud saat itu juga, kemudian meneruskan sholatnya setelah bangkit dari sujud tilawahnya.
  6. Kalau yang membaca tidak melakukan sujud, maka yang mendengar hendaknya melakukan sujud sendiri.
  7. Kalau sujud tilawah itu dibaca dalam sholat, maka sebaiknya mambaca “Subhana rabbiyal-a’la wabihamdih”, seperti doa sujud biasa.

Ayat-ayat Sajdah yang Menyebabkan Sujud Tilawah

Adapun ayat-ayat yang disunahkan untuk dilakukan sujud sewaktu membaca atau mendengarnya terdapat 15 ayat yaitu:

1. Pada Surah Al-A'raf [7] ayat ke-206
(وَلَهُ يَسْجُدُوْنَ)
Wa lahu yasjudun

2. Pada Surah Ar-Ra'd [13] ayat ke-15
(بِا لْغُدُوِّ وَالآصَالِ)
Bil Ghuduwwi wal-ashal

3. Pada Surah An-Nahl [16] ayat ke-50
(وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ)
Wa yaf'aluna ma yu'marun

4. Pada Surah Bani Israil [17] ayat ke-109
style="font-family: 'traditional arabic'; font-size: 23px; text-align:right; line-height: 150%; right;"> (وَيَزِ يْدُهُمْ خُشُوعًا)
Wa yaziduhum khusyu'a

5. Pada Surah Maryam [19] ayat ke-58
(خَرُّوْا سُجَّدًا وَبُكِيًّا)
Kharra sujjadaw-wabukiyya

6. Pada Surah Al-Hajj [22] ayat ke-18
(إِنَّ اللهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ)
Innallaha yaf'alu ma yasya

7. Pada Surah Al-Hajj [22] ayat ke-77
(لَعَلَكُمْ تُفْلِحُونَ)
La'allakum tuflihun

8. Pada Surah Al-Furqan [25], ayat ke-60
(وَزَادَهُمْ نُفُوْرًا)
Wa zadahum nufura

9. Pada Surah An-Naml [27], ayat ke-26
(رَبُّالعَرْشِ العَضِيمِ)
Rabbul-'arsyil-'azhim

10. Pada Surah As-Sajdah [32], ayat ke-15
(وَهُمْ لاَ يَسْتَكْبِرُوْنَ)
Wahum la yas takbirun

11. Pada Surah As-Shad [38] ayat ke-24
(وَخَرَّرَاكِعًا وَأَنَابَ)
Wa kharra raki'wa wa anab

12. Pada Surah Ha-Mim/Fushsilat [41] ayat ke-38
(وَهُمْا لاَ يَسْأَمُونَ)
Wahum la yas 'amun

13. Pada Surah An-Najm 
(فَاسْجُدُوْ لِلهِ وَاعْبُدُوْا)
Fasjudu lillahi wa'budu

14. Pada Surah Al-Insyiqaq [84] ayat ke-21
(لاَ يَسْجُدُوْنَ)
La yasjudun

15. Pada Surah Al-'Alaq [96] ayat ke-19
(وَاسْجُدْوَاقْتَرِبْ)
Wasjud waqtarib

Didalam mushaf Al-Qur'an, ayat-ayat tersebut dibubuhi tanda khusus yang menunjukkan bahwa ayat-ayat tersebut merupakan ayat-ayat sajdah.

Sekian info mengenai Tata Cara dan Bacaan Sujud Tilawah  semoga berguna , jika berguna monggo di share ke rekan-rekan sekalian. Jika berkenan silahkan tinggalkan komen dan kritik yang membangun pada kolom di bawah ini…. Terima kasih….