Tampilkan postingan dengan label artikel islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Juni 2017

Sholat Taraweh di bulan Ramadhan

Ketika bulan Ramadhan dimulai, umat Islam memasuki masa disiplin dan ibadah:puasa di siang hari, dan berdoa sepanjang siang dan malam. Selama bulan Ramadhan, sholat sholat malam diadakan di mana bagian-bagian Al Qur'an yang panjang dibacakan. Doa khusus ini dikenal dengan nama taraweeh .
Kata taraweeh berasal dari kata Arab yang berarti beristirahat dan rileks. Doa bisa sangat panjang (lebih dari satu jam), dimana seseorang berdiri tegak untuk membaca dari Al Qur'an dan melakukan banyak siklus gerak (berdiri, membungkuk, bersujud, duduk).
Taraweeh
Setelah masing-masing empat siklus, seseorang duduk untuk periode istirahat yang singkat sebelum melanjutkan - inilah dimana taraweeh ("rest prayer") berasal.
Selama bagian berdiri sholat, bagian panjang al-Qur'an dibaca. Alquran dibagi menjadi bagian yang sama (disebut juz ) untuk tujuan membaca bagian dengan panjang yang sama pada setiap malam Ramadhan. Jadi, 1/30 al-Qur'an dibaca pada malam hari berturut-turut, sehingga pada akhir bulan seluruh Qur'an telah selesai.
Dianjurkan agar umat Islam menghadiri sholat tarawee di masjid (setelah  'isha , sholat malam terakhir), untuk shalat berjama'ah . Hal ini berlaku untuk pria dan wanita. Namun, seseorang juga bisa melakukan sholat secara terpisah di rumah. Doa-doa ini bersifat sukarela namun sangat dianjurkan dan dipraktikkan secara luas.
Ada beberapa perselisihan tentang berapa lama doa taraweeh seharusnya: 8 atau 20 raka'at (siklus doa).

Bagaimanapun juga, tanpa sengketa, ketika berdoa sholat tarawee di jamaah, seseorang harus memulai dan mengakhiri dengan imam , sesuai dengan jumlah yang dia lakukan. Doa malam di bulan Ramadan adalah berkah, dan orang tidak boleh membantah tentang hal yang baik ini. Untuk detail lebih lanjut tentang bukti yang mendukung setiap pendapat, lihat artikel yang ada di bawah ini.

Televisi Arab Saudi menyiarkan sholat taraweeh dari Mekkah, Arab Saudi, sekarang dengan subtitling simultan terjemahan bahasa Inggris.

Minggu, 25 Desember 2016

Dahsyatnya Rasa Sakit Ketika Ajal Menjemput

Dahsyatnya Rasa Sakit Ketika Ajal Menjemput - Kematian merupakan suatu hal yang pasti terjadi bagi tiap-tiap makhluk yang bernyawa. Begitulah ketetapan Allah yang juga tertera dalam firman-Nya, kematian merupakan salah satu takdir Allah yang tidak bisa kita prediksi. Maut bisa menjemput siapa saja, dimana saja, dan kapan saja tanpa memandang derajat, harta, jabatan dan usia. Semua yang hidup dan memiliki jiwa pasti akan merasakan mati, tidak peduli dia adalah presiden, tentara, dan semuanya.

Rasa Sakit Ketika Ajal Menjemput

Rasa Sakit Ketika Ajal Menjemput . Ketika menghadapi ajal, kita akan menghadapi saat-saat yang dinamakan sebagai sakaratul maut. Ketika sakaratul maut, kita akan merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa, bahkan ketika Rasulullah sedang sakaratul maut, beliau bersabda, "Jika rasa sakit seujung rambut dari rasa sakit yang dialami oleh mayit, diletakkan di atas langit dan bumi, tentu penduduknya akan mati dengan izin Allah subhanahu wa ta'ala."

Rasulullah juga mengatakan bahwa rasa sakit ketika ajal menjemput itu seperti kadar tiga ratus pukulan dengan pedang. Penderitaan si mayit ketika menghadapi sakaratul maut adalah ketika ruh manusia sudah sampai ke kerongkongan.

Dia akan merasakan panas yang luar biasa, kehausan dan bahkan rasa sakit yang tidak ada tandingannya. Nabi Ibrahim, ketika beliau meninggal dunia, maka Allah subhanahu wa ta'ala berfirman kepadanya:

"Bagaimana engkau menghadapi kematian wahai khalilullah?", Nabi Ibrahim menjawab: "Seperti besi pembakar daging yang diletakkan pada bulu basah, kemudian ditarik.".

Kisah Nabi Isa yang ditantang oleh orang kafir untuk membuktikan mukjizatnya juga menjadi bukti bahwa rasa sakit sakaratul maut itu sangat luar biasa. Ketika itu, Nabi Isa diberi mukjizat oleh Allah SWT yaitu dia dapat membangkitkan orang yang sudah meninggal atas izin dari Allah.

Kala itu, Nabi Isa disuruh untuk membangkitkan orang yang telah sangat lama mati, dia disuruh untuk membangkitkan Syam bin Nun. Nabi Isa lalu mendatangi kuburan Syam bin Nun untuk shalat dua raka'at dan memohon kepada Allah agar diberi izin untuk bisa membuktikan mukjizat yang telah Allah berikan kepadanya itu.

Allah mengabulkan permohonan Nabi Isa, seketika itu pula Syam bin Nun bangkit dari kuburnya dalam keadaan rambut beruban. Nabi Isa bertanya, "Padahal waktu engkau masih hidup dulu tidak demikian (tidak beruban)?", lalu Syam bin Nun menjawab, "Aku mendengar panggilanmu, dan mengira kiamat telah tiba. Maka tumbuh uban di rambut dan janggutku karena terkejut dan takut."
Nabi Isa kemudian bertanya lagi, "Sejak berapa lama engkau telah meninggal?", dia menjawab, "Sejak empat ribu tahun yang lalu. Tetapi hingga kini pedihnya sakaratul maut belum juga hilang."

Sungguh luar biasa rasa sakit akibat sakaratul maut tersebut. Namun, Rasulullah mengatakan bahwa orang-orang mukmin tidak akan mengalami hal yang serupa. Ruh orang-orang mukmin akan keluar dari jasadnya sebagaimana keluarnya rambut dari adonan tepung.

Dalam sebuah keterangan diceritakan bahwa apabila Allah menghendaki mengambil ruh seorang mukmin, maka akan datang malaikat maut. Namun untuk mencabut ruhnya, sang malaikat mencari tempat termudah untuk melakukannya.

Ketika malaikat maut ini ingin mengambil ruhnya lewat mulut, padahal mulut orang mukmin tersebut sering digunakan untuk berdzikir, maka akhirnya ia tidak jadi. Proses gagalnya pengambilan ruh ini kemudian dilaporkan oleh malaikat maut kepada Allah. Dan Allah lalu memerintahkan lagi untuk mengambilnya lewat anggota tubuh yang lain.

Anggota tubuh selanjutnya adalah tangan. Namun, saat ingin mengambil ruh dari anggota tubuh tersebut ternyata dilihat ada bekas perbuatan sedekah, menyantuni anak yatim, menulis ilmu, serta bekas memegang pedang untuk berjihad di jalan Allah, maka urunglah sang malaikat mencabutnya dari sana.

Sebagai gantinya maka malaikat maut hendak mencabutnya dari sisi kaki. Namun, kembali usaha ini mengalami kegagalan, karena saat hendak mencabut, ternyata di kakinya terlihat ada bekas digunakan untuk berjalan menghadiri tempat shalat jama’ah, shalat ‘Id, serta menghadiri tempat pengajian. Melihat itu semuanya, maka sang malaikat mengurungkan niatnya untuk mengambil ruh dari sisi tersebut.

Sebagai gantinya maka sang malaikat berpindah ke telinga. Tetapi setelah akan diambil dari arah telinga, dilihatnya bahwa pada sisi ini ada bekas mendengarkan bacaan Al-Qur’an dan dzikir. Dan seakan tidak mau gagal dari usaha tersebut, maka malaikat maut akhirnya mencoba dari sudut mata. Namun apa boleh buat, dari sisi anggota tubuh ini pun mengalami kegagalan serupa. Hal itu terjadi lantaran pada panca indra penglihatan ini terlibat banyak kegiatan ibadah yang dilakukan, misalnya seperti membaca Al-Qur’an, membaca buku-buku agama, mengkaji ilmu-ilmu yang bermanfaat, dan aktivitas positif lainnya.

Dengan berbagai kegagalan yang dialami, maka malaikat maut akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Kemudian Allah berfirman: "Tulislah nama-Ku di telapak tanganmu, lalu tunjukkan tulisan tersebut kepada ruh orang mukmin itu. Karena cintanya terhadap nama-Ku itu, niscaya ruh orang mukmin ini akan keluar dengan sendirinya dari mulutnya." Demikianlah, dengan berkah Allah akhirnya sang mukmin tidak merasakan pedihnya sakaratul maut itu. Tidak hanya itu, dia juga akan terhindar dari murka Allah.

Semoga, kita semua terhindar dari rasa pedih sakaratul maut dan murka Allah. Aamiin yaa Rabbal Alamiin.

Sekian info mengenai Dahsyatnya Rasa Sakit Ketika Ajal Menjemput semoga berguna , jika berguna monggo di share ke rekan-rekan sekalian. Jika berkenan silahkan tinggalkan komen dan kritik yang membangun pada kolom di bawah ini…. Terima kasih….

Lakukan Ini Sebelum 'Berhubungan' Agar Tidak Diganggu Setan

Lakukan Ini Sebelum 'Berhubungan' Agar Tidak Diganggu Setan - Islam telah mengatur segala sesuatu dalam aspek kehidupan mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Segala sesuatu dari hal yang kecil hingga besar sudah diatur didalam Islam.


Lakukan Ini Sebelum 'Berhubungan' Agar Tidak Diganggu Setan

Sebagai pasangan suami dan istri pasti Anda sudah pernah melakukan 'hubungan' atau jima'. Jima' sendiri dalam Islam bukan hanya sekedar hubungan atara suami dan istri saja, namun juga sebagai salah satu kewajiban suami untuk memberikan nafkah batin kepada istri.


Dalam Islam sendiri, jima' memiliki adab-adab yang dapat menjadikan jima' bukan hanya sekedar menjadi sebuah kenikmatan, namun juga menjadi salah satu ibadah yang dapat mendatangkan pahala. Agar mendapatkan keturunan yang baik, hendaknya melakukan hal-hal berikut sebelum berjima' agar tidak diganggu oleh setan. 

Adapun adab-adab jima' dalam Islam adalah sebagai berikut:

1. Berwudhu dan Membersihkan Diri

Sebelum melakukan jima' hendaknya pasangan membersihkan diri masing-masing dan berwudhu. Hal ini agar pasangan merasa tertarik dan bergairah untuk melakukan hubungan.

Karena tubuh yang kurang bersih biasanya akan mengganggu pasangan dan dapat mengurangi daya tarik.

2. Memakai Parfum

Wewangian adalah salah satu sunnah Nabi. Beliau bersabda: "Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah" [HR. Tirmidzi].

Bagi istri, memakai parfum/wewangian yang dianjurkan adalah saat-saat seperti ini, bukan pada waktu keluar rumah yang justru dilarang Rasulullah.

"Perempuan manapun yang menggunakan parfum kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium wanginya maka dia seorang pezina" [HR Ahmad]

Yang perlu diperhatikan di sini ialah, aroma atau jenis wewangian yang dipakai hendaknya yang disukai suami atau istri. Sebab, ada suami atau istri yang tidak menyukai aroma wewangian tertentu. Wewangian yang tepat membuat hasrat suami atau istri semakin meningkat.

3. Shalat dua Raka'at
Adab ini terutama bagi pengantin baru. Sebagaimana atsar Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu yang menasehati pengantin baru agar mengajak istrinya shalat dua raka'at terlebih dahulu ketika memulai malam pertama.

4. Melakukan Jima' di Tempat Tertutup

Islam mengatur kehidupan umat manusia agar kehormatan dan kemuliaannya terjaga. Demikian pula dengan jima'. Ia harus dilakukan di tempat tertutup, tidak diketahui oleh orang lain meskipun ia adalah anak atau keluarga sendiri. Karenanya saat anak berumur 10 tahun, Islam mensyariatkan untuk memisahkan kamar anak-anak. Kamar anak laki-laki terpisah dari kamar anak perempuan.

Bagaimana jika anak masih kecil dan tidurnya bersama orang tua? Pastikan ia tidak melihat aktifitas suami istri tersebut. Caranya bisa Anda berdua yang pindah kamar.

5. Membaca Do'a

Yakni membaca doa:

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Artinya: "Dengan Nama Allah, Ya Allah! Jauhkan kami dari syetan, dan jauhkan syetan agar tidak mengganggu apa (anak) yang Engkau rezekikan kepada kami" [HR. Bukhari dan Muslim]

6. Lakukan Pemanasan

Sebelum masuk ke bagian inti, sebaiknya pasangan melakukan pemanasan terlebih dahulu. Ini dianjurkan oleh Rasulullah SAW,

"Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu," [HR. Tirmidzi]

7. Tidak Memengtingkan Diri Sendiri

Ini sangat penting, yakni tidak mementingkan kepuasan diri sendiri.

"Apabila salah seorang diantara kamu menjima’ istrinya, hendaklah ia menyempurnakan hajat istrinya. Jika ia mendahului istrinya, maka janganlah ia tergesa meninggalkannya." [HR. Abu Ya'la]

8. Tidak Menceritakannya Kepada Orang Lain

Ini adalah yang terpenting. Yakni tidak menceritakan masalah jimak kepada orang lain. Karena salah satu orang yang paling buruk disisi Allah
 adalah orang yang menceritakan kepada orang lain tentang kondisinya dan kondisi istrinya di atas ranjang. Misalnya melakukan berapa kali, apa yang ia ucapkan ketika itu dan sebagainya.

Sekian info mengenai Lakukan Ini Sebelum 'Berhubungan' Agar Tidak Diganggu Setan  semoga berguna , jika berguna monggo di share ke rekan-rekan sekalian. Jika berkenan silahkan tinggalkan komen dan kritik yang membangun pada kolom di bawah ini…. Terima kasih….

Qoza, Model Gaya Rambut yang Dilarang dalam Islam

Qoza, Model Gaya Rambut yang Dilarang dalam Islam - Model rambut di zaman yang modern seperti saat ini memang bermacam-macam. Banyak sekali model rambut yang menjadi tren di kalangan anak muda dan remaja. Mereka merasa percaya diri dan keren dengan model rambut mereka yang sedang menjadi tren tersebut. Selain itu, mereka juga senang mengikuti gaya model rambut public figure yang menjadi idola mereka. Padahal tidak semua gaya rambut itu bagus dan dibolehkan di dalam agama Islam. Salah satu model rambut yang dilarang dalam islam adalah Qoza. Apa itu Qoza? Model rambut Qoza adalah mencukur rambut dengan tidak rata, sehingga sebagian rambut dicukur habis (bahkan botak) tapi sebagian lagi di biarkan panjang.

Qoza, Model Gaya Rambut yang Dilarang dalam Islam

Gaya atau tren rambut seperti ini pasti sering kita jumpai bukan? Terutama di kalangan anak muda dan remaja yang selalu ingin tampil keren, trendy dan kece. Dan biasanya, model Qoza ini akan dibentuk motif seperti ukiran atau garis-garis agar rambut memiliki motif yang indah.


Qoza, Model Gaya Rambut yang Dilarang dalam Islam

Meski sedang tren dan terkenal baru-baru ini, namun tahukah Anda bahwa model rambut Qaza' ini ternyata sudah ada sejak zaman Rasulullah dahulu? Dan yang harus Anda ketahui adalah bahwa Rasulullah sangat melarang qaza' (mencukur sebagian rambut kepala). Berikut adalah hadits Rasulullah yang melarang Qoza':

"Sesungguhnya Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam melarang dari Qaza'." Ditanyakan kepada Nâfi' yang meriwayatkan dari Ibnu 'Umar, "Apa Qaza' itu?" Nâfi' menjawab, "Sebagian kepala anak kecil digundul, dan sebagian yang lainnya ditinggalkan." [HR. Bukhari dan Muslim. Lafazh hadits milik Muslim.]

Dalam hadits lain melalui jalur Anas bin Malik, Rasulullah bersabda:


"Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang qoza'." [HR. Bukhari]

Bahkan Rasulullah sendiri pernah melihat Qaza tersebut dan melarangnya.

"Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah melihat anak yang dicukur sebagian rambutnya dan dibiarkan sebagian lainnya, maka beliau melarang hal itu dan bersabda: "Cukurlah seluruhnya atau biarkan seluruhnya" [HR. Abu Daud dan An Nasa'i]

Para ulama menyebutkan bahwa qaza' memiliki 4 bentuk yaitu:

  1. Menggunduli tanpa berurut. Dia menggundul bagian kanan, bagian kiri, ubun-ubun dan tengguknya.
  2. Menggunduli bagian tengah dan meninggalkan dua bagian lainnya.
  3. Menggunduli samping-sampingnya dan membiarkan bagian tengahnya.
  4. Menggunduli ubun-ubun saja dan membiarkan seluruh yang lainnya.

[Baca Asy-Syarah Al-Mumti’ 1/167 karya Syaikh Ibnu ‘Utsamin dan Asy-Syarh Al-Mukhtashar ‘Alâ Zâd Al-Mustaqini’ 1/123 karya Syaikh Shalih Al-Fauzan]

Memang yang disebutkan di dalam hadits adalah menggunduli, namun para ulama juga memasukkan memendekkan rambut dengan bentuk Qaza’ di atas adalah sama dengan menggundulnya, demikian difatwakan oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Asy-Syaikh, Syaikh Abdurrazzaq Afifi dan Syaikh Abdullah Al-Ghudayyan. [Fatawa Al-Lajnah Ad-Dâ`imah 1/176]

Imam An-Nawawy berkata, "Para ulama telah bersepakat bahwa Qaza' adalah makruh apabila pada tempat-tempat yang berpisah (pada kepala) kecuali untuk pengobatan dan semisalnya." [Syarah Muslim]

Namun para ulama mengingatkan bahwa bila pada Qaza’ tersebut terdapat bentuk penyerupaan terhadap orang-orang kafir, maka hal tersebut adalah hal yang diharamkam. Karena Rasulullah pernah bersabda bahwa: "Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk dalam golongan mereka." [HR. Abu Dawud]

Jadi sebaiknya kita menjauhi model-model rambut yang semacam ini. Mungkin sebelumnya tidak banyak orang yang tahu tentang qoza' ini, oleh karena itu bagikan artikel ini kepada teman-teman yang lain agar mereka juga tahu apa itu qoza' dan ternyata qoza' itu dilarang di dalam Islam. 

Sekian info mengenai Qoza, Model Gaya Rambut yang Dilarang dalam Islam semoga berguna , jika berguna monggo di share ke rekan-rekan sekalian. Jika berkenan silahkan tinggalkan komen dan kritik yang membangun pada kolom di bawah ini…. Terima kasih….

3 Dosa Besar yang Sering Dilakukan Tanpa Sadar

3 Dosa Besar yang Sering Dilakukan Tanpa Sadar - Allah telah menetapkan apapun yang dihalalkan dan apapun yang diharamkan untuk kita. Oleh karena itu kita wajib mentaati aturan-aturan yang telah Allah tetapkan untuk kita.

Dosa Besar yang Sering Dilakukan Tanpa Sadar


Dosa Besar yang Sering Dilakukan Tanpa Sadar . Karena apabila kita melanggar apa yang telah Allah tetapkan maka kita akan mendapatkan dosa. Seperti yang telah kita tahu, dosa terbagi menjadi dua bagian yakni dosa besar dan dosa kecil. Dosa besar adalah dosa yang paling berat kadar dosanya, bahkan jika seseorang melakukan dosa besar dan hingga akhir hayatnya ia tidak bertaubat, maka orang tersebut akan mendapatkan azab yang besar di akhirat kelak.

Namun, dalam kehidupan kita seperti sekarang ini dosa-dosa besar berikut ini tanpa sadar sering sekali dilakukan oleh orang-orang. Mereka tidak sadar bahwa apa yang dilakukan itu membuat dirinya terancam azab yang sangat mengerikan di akhirat kelak, 

 berikut ini adalah 3 dosa besar yang sering dilakukan tanpa disadari.

1. RIBA

Riba adalah salah satu dosa besar yang sering dilakukan tanpa diri kita sadar. Padahal riba merupakan sesuatu yang telah Allah haramkan bagi kita seperti yang disebutkan dalam Alquran,
"...padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba..." [QS. Al-Baqarah ayat 275]
Riba berarti menetapkan bunga atau dalam kata lain melebihkan jumlah pengembalian pinjaman dengan berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok.

Saat ini, riba sangat sering kita jumpai dalam berbagai bentuk dan dengan nama yang berbeda-beda. Adapun beberapa contoh riba dalam kehidupan sehari-hari seperti:

  1. Transaksi perbankan (Bunga)
  2. Transaksi jual-beli secara kredit
  3. Transaksi Asuransi
Namun sayangnya karena alasan keadaan, praktik riba ini sering diabaikan oleh banyak orang. Padahal tiap-tiap orang yang terlibat riba sama-sama mendapatkan dosa yang besar. Bahkan Rasulullah pernah bersabda bahwa riba itu ada 70 macam dosa dan Rasul mengibaratkan yang paling ringan dari dosa riba adalah seperti seseorang yang berzina dengan ibunya, astaghfirullah.

2. RIYA' (PAMER)

Riya juga merupakan salah satu dosa besar yang sering dilakukan tanpa sadar. Allah telah berfirman dalam surat Al-Ma'un bahwa orang-orang yang riya' adalah termasuk dalam golongan orang yang celaka.

Orang yang suka menyebut-nyebut pemberiannya dihadapan orang lain dengan tujuan agar dirinya dipuji bahwa ia adalah orang yang dermawan dan sebagainya juga termasuk dalam kategori riya'.

Selain itu, orang yang shalat, membaca Alquran atau beribadah lainnya dengan tujuan agar mendapatkan pujian bahwa dirinya adalah orang yang alim juga termasuk kedalam riya.

Riya' selain sebagai salah satu dosa besar juga merupakan suatu hal yang menyebabkan terhapusnya amalan baik seseorang. Untuk itu alangkah baiknya bagi kita untuk menjauhi sifat riya'.

3. MENYAKITI TETANGGA

Tetangga adalah termasuk orang yang dekat dengan kita, oleh karena itu dalam Islam dianjurkan untuk selalu berbuat baik kepada orang-orang terdekat kita termasuk kepada tetangga.

Menyakiti tetangga adalah sebuah dosa besar yang juga sering tidak kita sadari. Padahal orang yang menakiti tetangga tidak akan masuk kedalam surga, seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah:

"Tidak masuk surga seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatannya." [HR. Bukhari dan Muslim]

Untuk itu jagalah perilaku dan perkataan kepada tetangga kita, karena mungkin barangkali tanpa sadar kita dapat menyakiti tetangga kita dengan perkataan. Kemudian selain itu, Rasulullah juga memerintahkan kita untuk selalu berbagi dengan tetangga. Bahkan Rasulullah pernah menyampaikan bahwa kita tidak boleh kenyang sedangkan tetangga kita ada yang kelaparan.

Oleh karena itu kita harus selalu bergaul dengan orang-orang yang berada di sekitar lingkungan kita dan membantu tetangga kita yang sedang membutuhkan bantuan dengan semampu kita.

Itulah beberapa dosa besar yang sering dilakukan tanpa sadar. Semoga kita dapat menjaga diri kita dari perbuatan-perbuatan semacam itu.semoga berguna , jika berguna monggo di share ke rekan-rekan sekalian. Jika berkenan silahkan tinggalkan komen dan kritik yang membangun pada kolom di bawah ini…. Terima kasih….

10 Hal yang Menyebabkan Mati Hati

10 Hal yang Menyebabkan Mati Hati - Sebagai umat Islam kita diharuskan untuk selalu menjaga hati kita agar tetap bersih dari hal-hal yang dapat mengotori hati tersebut. Sifat-sifat tercela adalah salah satu yang membuat hati menjadi kotor. Hati yang kotor dapat memunculkan berbagai macam sifat tercela yang dapat membuat kita terjerumus kedalam lubang dosa, jika dibiarkan maka hal tersebut dapat menyebabkan hati kita menjadi mati.


Hal yang Menyebabkan Mati Hati

Hal yang Menyebabkan Mati Hati . Dan ada 10 perkara yang menyebabkan mati hati, Syaqiq al-Balkhi mengisahkan, suatu ketika Ibrahim bin Adham jalan-jalan di Pasar Bashrah. Pada saat itu beliau didatangi oleh sekelompok orang lalu mereka bertanya,
"Apa maksud firman Allah, berdoalah kamu kepada-Ku niscaya Aku akan perkenankan doamu." [Q.S Ghafir ayat 40]
Lalu mereka melanjutkan perkataannya, "Kami sebenarnya telah berdoa, namun setidaknya hingga hari ini tak kunjung dikabulkan Allah." lalu Ibrahim bin Adham menjawab, "Karena kalian mati hati. Maka, bagaimana doa kalian akan dikabulkan?" Mereka bertanya lagi, "Mengapa kami dikatakan mati hati?" Ibrahim menjawab, "Terdapat 10 perkara yang menyebabkan mati hati." kemudian beliau menjelaskan satu persatu.

10 Hal yang Menyebabkan Mati Hati

Pertama, kalian mengaku bahwa kalian mengetahui Allah sebagai Pencipta kalian, namun kalian tidak menunaikan hak-hak-Nya. Padahal Allah berhak untuk ditaati tapi mengapa kadang-kadang perintah-Nya ditaati dan kadang-kadang tidak?

Kedua, kalian membaca kitab Allah, namun kalian tidak mengamalkan isinya. Kemudian Allah memerintahkan kalian untuk hanya menyembah-Nya, namun mengapa kalian baik secara langsung atau tidak langsung kerap menyekutukan-Nya?
Ketiga, kalian mengaku memusuhi setan tetapi mengapa kalian mengikuti mereka dan menjadikan langkah-langkah setan itu sebagai rujukan dalam kehidupan sehari-hari? padahal Allah telah melarangnya.

Keempat,
kalian mengaku mencintai Rasulullah, namun mengapa kalian kerap meninggalkan sunnahnya? Rasul pernah mengatakan bahwa orang yang memelihara anak yatim akan mendapatkan tempat yang baik di surga, tetapi mengapa banyak diantara kalian yang mengabaikan anak-anak yatim tanpa masa depan yang cerah?

Kelima,
kalian mengaku mendambakan surga, tetapi kalian tidak mengerjakan hal-hal yang akan mengantarkan kalian masuk ke dalamnya. Mendirikan shalat dengan khusyuk, mengeluarkan zakat, menjaga kemaluan adalah sebagian kecil contoh-contohnya. Mengapa, tidak sedikit orang yang melalaikannya?

Keenam,
kalian mengaku takut neraka, tetapi kalian tidak menghindari perbuatan dosa/maksiat. Misalnya, Allah melarang keras perbuatan zalim. Mengapa, banyak orang yang merasa dizalimi sesamanya?

Ketujuh,
kalian yakin bahwa kematian itu pasti datang, namun kalian tidak mempersiapkan bekal untuk menghadapinya. Misalnya Allah menjelaskan di akhirat setiap orang akan dibalas sesuai dengan amalnya masing-masing. Mengapa, banyak orang yang tidak sungguh-sungguh mengerjakan amal saleh semasa hidupnya?

Kedelapan,
kalian sangat suka membicarakan cela, kekurangan, dan aib orang lain, namun kalian lupa akan aib dan kekurangan kalian. Padahal Allah melarang kalian untuk membicarakan aib orang lain.

Kesembilan,
kalian sadar bahwa saat mendapatkan rizki, rizki itu datangnya dari Allah. Namun kalian lupa untuk bersyukur kepada-Nya.

Kesepuluh,
kalian mengebumikan jenazah saudara kalian, tetapi kalian tidak mengambil pelajaran darinya. Allah SWT berfirman, "Setiap yang bernyawa niscaya bakal merasakan kematian." Mengapa banyak orang yang seakan-akan tidak memercayainya?

Sekian info mengenai 10 Hal yang Menyebabkan Mati Hati  semoga berguna , jika berguna monggo di share ke rekan-rekan sekalian. Jika berkenan silahkan tinggalkan komen dan kritik yang membangun pada kolom di bawah ini…. Terima kasih….

Allah SWT Tidak Pernah Ridha dengan Kemusyrikan

Allah SWT Tidak Pernah Ridha dengan Kemusyrikan - Kita ketahui bahwa tujuan utama penciptaan kita di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah Ta’ala semata. Dan sangat penting untuk diketahui bahwa ibadah yang kita lakukan akan menjadi sia-sia apabila tercampur dengan kemusyrikan.

Allah SWT Tidak Pernah Ridha dengan Kemusyrika

Kemusyrikan . Apabila suatu ibadah bercampur dengan kemusyrikan, maka ibadah kita tidak akan diterima. Oleh karena itu, barangsiapa yang beribadah kepada selain Allah Ta’ala -di samping juga beribadah kepada Allah Ta’ala-, maka ibadahnya kepada Allah Ta’ala adalah ibadah yang batil. Karena suatu ibadah tidaklah bermanfaat bagi pelakunya kecuali jika disertai dengan keikhlasan dan tauhid.

Allah Ta’ala berfirman:

"Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi." [QS. Az-Zumar ayat 65]

Dalam ayat lain Allah juga berfirman:

"Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan." [QS. Al-An'am ayat 88]

Untuk lebih mendekatkan pemahaman kita tentang hal ini, Syaikh Muhammad At-Tamimy rahimahullah membuat suatu ilustrasi tentang kedudukan tauhid dan ikhlas dalam beribadah. Beliau rahimahullah mengatakan:

"Ketahuilah, sesungguhnya ibadah tidaklah disebut sebagai ibadah kecuali dengan tauhid (yaitu memurnikan ibadah kepada Allah semata). Sebagaimana shalat tidaklah disebut sebagai shalat kecuali dalam keadaan bersuci (thaharah). Apabila ibadah tersebut dimasuki syirik, maka ibadah itu batal. Sebagaimana hadats yang masuk dalam thaharah." (Syarh Al-Qowa’idul Arba’, hal. 14).

Dari ilustrasi yang beliau sampaikan tersebut, jelaslah bahwa ibadah kita tidak akan diterima kecuali dengan tauhid. Hal itu sebagaimana ibadah shalat dengan bersuci (thaharah).

Tauhid adalah syarat diterimanya ibadah, sebagaimana bersuci adalah syarat sah ibadah shalat. Sebagaimana shalat tidak sah jika tidak dalam kondisi suci, demikian pula ibadah kita tidak akan sah jika tidak disertai dengan tauhid, meskipun di dahinya terdapat tanda bekas sujud, berpuasa di siang hari, atau rajin shalat malam.

Karena semua ibadah tersebut syaratnya adalah ikhlas dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Apabila terdapat satu saja dari ibadah tersebut yang dicampuri dengan kemusyrikan, maka seluruh ibadah yang pernah dia lakukan akan batal dan hilanglah pahalanya.

Oleh karena itu, di dalam banyak ayat Allah Ta’ala mengumpulkan antara perintah untuk beribadah kepada Allah Ta’ala dengan perintah untuk menjauhi perbuatan syirik. Allah Ta’ala berfirman,
"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri," [QS. An-Nisa' ayat 36]

Allah Ta’ala juga berfirman,

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." [QS. Al-Bayyinah ayat 5]

Ketika Allah Ta’ala melarang kita untuk berbuat syirik, maka hal itu menunjukkan bahwa Allah Ta’ala tidak ridha disekutukan dengan apa pun dalam ibadah kepada-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

"Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman,’Aku tidaklah butuh adanya tandingan-tandingan. Barangsiapa yang mengerjakan suatu amal dalam keadaan menyekutukan Aku dengan selain Aku, maka Aku akan meninggalkan dia dan perbuatan syiriknya itu." (HR. Muslim no. 7666)

Oleh karena itu, apabila ada sekelompok masyarakat yang rajin shalat, rajin puasa, bersyahadat laa ilaaha illallah Muhammad rasulullah, dan berhaji ke baitullah, namun di sisi lain mereka juga berdoa meminta kepada penghuni kubur, meminta kepada "Wali Songo" yang sudah meninggal, maka semua ibadahnya itu sia-sia semata.

Hal ini karena mereka menyekutukan Allah Ta’ala, mereka mengotori ibadah mereka dengan perbuatan syirik. Semua amalnya adalah amal yang batil, sampai dia bertaubat, mentauhidkan Allah Ta’ala dalam ibadah, dan mengikhlaskan ibadahnya hanya kepada Allah Ta’ala semata.

Allah Ta’ala tidak akan pernah ridha dengan kemusyrikan, meskipun yang dijadikan sebagai sekutu itu adalah malaikat yang paling mulia –yaitu Jibril ‘alaihis salaam- atau salah seorang Nabi yang diutus, seperti Muhammad, ‘Isa, Nuh, Ibrahim, dan selainnya.

Lalu, bagaimana lagi jika yang dijadikan sebagai sekutu itu adalah selain malaikat dan para nabi, seperti wali dan orang shalih yang kedudukannya tentu sangat jauh di bawah mereka? Tentu Allah Ta’ala lebih tidak ridha lagi dengan hal itu.

Maka hal ini adalah bantahan atas anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa syirik itu baru disebut sebagai syirik jika yang disembah adalah batu, pohon, patung, dan sejenisnya. Adapun jika yang disembah adalah malaikat, nabi, atau orang shalih, maka hal itu bukan syirik.

Anggapan semacam ini adalah anggapan yang tidak benar. Dan di antara dalil yang menunjukkan atas batilnya anggapan tersebut adalah firman Allah Ta’ala,

"Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah." [QS. Al-Jinn ayat 18]

Kata "ahadan" dalam ayat di atas adalah isim nakiroh (kata benda indefinitif) yang berada dalam konteks nahi (larangan), yaitu kalimat “Janganlah kamu menyembah”. Menurut kaidah ilmu ushul fiqh, hal ini mengandung makna yang bersifat umum, mencakup seluruh jenis sekutu, tidak ada pengecualian di dalamnya sedikit pun.

Maksudnya, Allah Ta’ala melarang untuk menujukan ibadah kepada selain Allah Ta’ala, siapa pun dia. Baik malaikat yang paling dekat dan paling mulia di sisi Allah Ta’ala, seorang nabi, berhala, kubur, wali, orang shalih, baik orang tersebut masih hidup maupun sudah meninggal dunia.

Oleh karena itu, perbuatan syirik tetaplah disebut syirik meskipun yang disembah adalah seorang malaikat, nabi, atau wali dan orang shalih. Semoga Allah Ta’ala melindungi dan menjauhkan kita dari perbuatan syirik. [Dikutip dari Muslim.Or.Id]

Sekian info mengenai  Allah SWT Tidak Pernah Ridha dengan Kemusyrikan semoga berguna , jika berguna monggo di share ke rekan-rekan sekalian. Jika berkenan silahkan tinggalkan komen dan kritik yang membangun pada kolom di bawah ini…. Terima kasih….