Tampilkan postingan dengan label Kisah Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 November 2016

Inilah Sejarah Singkat Penyusunan dan Pembukuan Alquran

Inilah Sejarah Singkat Penyusunan dan Pembukuan Alquran - Kita semua mengetahui bahwa Alquran itu diturunkan secara berangsur-angsur. Rasulullah menerima wahyu ini dari malaikat Jibril dan kemudian menyampaikannya kepada para sahabat dan pengikutnya.

Kemudian para sahabat menghafalkannya dan ada pula yang mencatatnya. Namun, setelah Rasulullah wafat terjadi kekhawatiran di kalangan para sahabat. Mereka takut bahwa Alquran akan punah karena pada saat itu banyak para hafidz Alquran yang gugur di dalam pertempuran.

Dari situlah Umar bin Khattab memiliki gagasan bahwa sebaiknya Alquran dibukukan. Pada awalnya, khalifah Abu Bakar menolak gagasan ini karena apa yang diusulkan oleh Umar tersebut tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah. Namun setelah menjelaskan bahwa semua ini demi kebaikan umat Islam maka khalifah Abu Bakar menyetujui gagasan Umar, kemudian Abu Bakar memerintahkan agar naskah dari ayat-ayat yang sudah ditulis itu dikumpulkan untuk disalin dan disusun kembali.

Inilah Sejarah Penyusunan dan Pembukuan Alquran

Abu Bakar dalam hal ini menunjuk Zaid bin Tsabit untuk melakukannya, karena dia adalah penulis suhuf-suhuf di zaman Rasulullah. Zaid diperintahkan untuk mengumpulkan suhuf-suhuf Alquran baik yang terdapat pada pelepah kurma, tulang hewan maupun dari para penghafal Alquran yang masih hidup. Setelah selesai disusun, Abu Bakar kemudian menyimpan mushaf ini hingga ia wafat.

Setelah Abu Bakar wafat, maka kekhalifahan berpindah ke tangan Umar. Pada nasa kekhalifahannya, tidak ada kegiatan pembukuan Alquran lagi. Sehingga pada masa kekuasaan Umar bin Khattab hanya fokus pada penyebaran agama Islam. Dan hingga Umar wafat, tidak ada perdebatan tentang Alquran.

Kemudian kekhalifahan berpindah kepada khalifah Usman bin Affan. Pada masa Usman bin Affan, kekuasaan Islam sudah sangat luas. Sehingga pemeluk Islam pada masa itu tidak lagi hanya bangsa Arab saja.

Dan disinilah persoalan baru muncul. Salah seorang sahabat bernama Hudzaifah ibnu Yaman yang baru pulang dari pertempuran mengabarkan kepada khalifah bahwa timbul perdebatan tentang qiraat (bacaan) Alquran dikalangan kaum muslimin. Diantara mereka ada yang menganggap bahwa bacaannya lah yang paling baik.

Dari persoalan itu Hudzaifah mengusulkan kepada khalifah agar segera diambil kebijaksanaan untuk mengatasi perbedaan-perbedaan tersebut agar masalah tersebut tidak menimbulkan perpecahan umat Islam.

Usul tersebut kemudian langsung diterima oleh khalifah Usman bin Affan dengan langsung mengirim utusan untuk meminta mushaf kepada Hafsah yang disimpan di rumahnya untuk disalin.

Zaid kembali ditunjuk oleh Usman sebagai ketua pembukuan Alquran ini dengan anggota-anggotanya yaitu Abdullah bin Zubair, Said ibnu Ash dan Abdurahman bin Harits.

Setelah selesai, Usman kemudian mengembalikan mushaf yang asli kepada Hafsah untuk disimpan. Kemudian mushaf salinan tadi dikirimkan ke berbagai penjuru negeri seperti Mekah, Kuffah, Basrah dan Suriah.

Mushaf tersebutlah yang sekarang dikenal dengan mushaf Usmani. Dan ini adalah cara Allah dalam menjaga dan memelihara Alquran melalui perantara para sahabat Nabi, dengan membukukan Alquran maka hingga saat ini Alquran masih terjaga kemurniannya sebagaimana firman Allah SWT:

"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." [QS. Al-Hijr ayat 9]

Semoga para sahabat tersebut mendapat tempat terbaik disisi Allah karena telah berjasa kepada seluruh umat Islam. Aamiin.

Sekian info mengenai Inilah Sejarah Singkat Penyusunan dan Pembukuan Alquran  semoga berguna , jika berguna monggo di share ke rekan-rekan sekalian. Jika berkenan silahkan tinggalkan komen dan kritik yang membangun pada kolom di bawah ini…. Terima kasih….

5 Perang Besar dalam Sejarah Islam

5 Perang Besar dalam Sejarah Islam - Dalam menjalankan misi kenabiannya, Rasulullah SAW sering sekali mendapatkan tentangan dari orang-orang kafir. Bahkan saat Islam sudah mulai berkembang, para kaum kafir terus saja berusaha untuk menghancurkan serta memecah belah persatuan umat Islam.

Dalam sejarah perkembangan Islam, Rasulullah pernah beberapa kali terlibat dan turun ke medan perang demi memerang orang-orang kafir yang mencoba untuk menghancurkan kaum muslimin. Hal ini membuat beberapa orang di masa sekarang sering sekali menganggap bahwa Rasulullah adalah seseorang yang sangat suka sekali menggunakan cara-cara kekerasan demi melancarkan misinya.

Ditambah lagi maraknya aksi-aksi terorisme yang dilakukan oleh segelintir orang yang mengaku orang-orang muslim dan mengatasnamakan jihad yang sebenarnya mereka adalah orang-orang yang merusak citra Islam di mata dunia.

5 Perang Besar dalam Sejarah Islam

Karena Islam yang sesungguhnya adalah mengajarkan kedamaian. Perang jihad pada masa Rasulullah di lakukan dengan alasan karena mereka (orang-orang kafir) selalu saja mencoba untuk memerangi kaum muslimin.

Bicara soal perang pada masa-masa berkembangnya agaman Islam, ada 5 perang besar yang pernah dialami oleh umat Islam. Diantaranya adalah:

1. PERANG BADAR


Perang Badar adalah pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan musuh-musuhnya. Pada saat itu, kaum muslimin yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Mekkah yang berjumlah 1.000 orang.

Perang ini terjadi pada 17 maret 624 M atau 17 Ramadhan 2 H. Setelah bertempur habis-habisan sekitar dua jam, pasukan Muslim menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy yang kemudian mundur dalam kekacauan. 

Bagi kaum Muslim awal, pertempuran ini sangatlah berarti karena merupakan bukti pertama bahwa mereka sesungguhnya berpeluang untuk mengalahkan musuh mereka di Mekkah. Mekkah saat itu merupakan salah satu kota terkaya dan terkuat di Jazirah Arab pada zaman jahiliyah. 

Kemenangan kaum Muslim juga memperlihatkan kepada suku-suku Arab lainnya bahwa suatu kekuatan baru telah bangkit di Arabia, serta memperkokoh otoritas Muhammad sebagai pemimpin atas berbagai golongan masyarakat Madinah yang sebelumnya sering bertikai. 

Berbagai suku Arab mulai memeluk agama Islam dan membangun persekutuan dengan kaum Muslim di Madinah; dengan demikian, ekspansi agama Islam pun dimulai.

2. PERANG UHUD


Pertempuran Uhud adalah pertempuran yang pecah antara kaum muslimin dan kaum kafir Quraisy pada tanggal 22 Maret 625 M (7 Syawal 3 H). Pertempuran ini terjadi kurang lebih setahun lebih seminggu setelah Pertempuran Badar.

Tentara Islam berjumlah 700 orang sedangkan tentara kafir berjumlah 3.000 orang. Tentara Islam dipimpin langsung oleh rasulullah sedangkan tentara kafir dipimpin oleh Abu Sufyan.

Disebut Pertempuran Uhud karena terjadi di dekat bukit Uhud yang terletak 4 mil dari Masjid Nabawi dan mempunyai ketinggian 1000 kaki dari permukaan tanah dengan panjang 5 mil.

Pada saat itu, umat Islam hampir saja menelan kekalahan karena tidak disiplinnya para pasukan yang berada di atas bukit yang tergiur dengan harta rampasan perang sehingga mereka meninggalkan pos mereka yang dipelopori oleh Abdullah bin Ubay.

Hal ini dimanfaatkan oleh tentara-tentara kafir untuk memukul mundur kaum muslimin. Namun, Allah memberikan pertolongan-Nya terhadap kaum muslimin. Sehingga kaum muslimin meraih kemenangan.

3. PERANG MU'TAH


Pertempuran Mu'tah adalah perang antara kaum muslimin melawan tentara kekaisaran Romawi. Perang ini terjadi pada 629 M atau 5 Jumadil Awal 8 Hijriah di dekat kampung yang bernama Mu'tah, di sebelah timur Sungai Yordan dan Al Karak.

Perang Mu’tah merupakan pendahuluan dan jalan pembuka untuk menaklukkan negeri-negeri Nasrani. Pemicu perang Mu’tah adalah pembunuhan utusan Rasulullah bernama al-Harits bin Umair yang diperintahkan menyampaikan surat kepada pemimpin Bashra.
Al-Harits dicegat oleh Syurahbil bin Amr, seorang gubernur wilayah Balqa di Syam, ditangkap dan dipenggal lehemya. Untuk perang ini, Rasulullah mempersiapkan pasukan berkekuatan tiga ribu prajurit. Inilah pasukan Islam terbesar pada waktu itu.

Mereka bergerak ke arah utara dan beristirahat di Mu'an. Saat itulah mereka memperoleh informasi bahwa Heraklius telah berada di salah satu bagian wilayah Balqa dengan kekuatan sekitar seratus ribu prajurit Romawi.

Mereka bahkan mendapat bantuan dari pasukan Lakhm, Judzam, Balqin dan Bahra kurang lebih seratus ribu prajurit. Jadi total kekuatan mereka adalah dua ratus ribu prajurit.

4. PERANG KHANDAQ


Perang Khandaq terjadi pada bulan Syawal tahun 5 Hijriah atau pada tahun 627 Masehi, pengepungan Madinah ini dipelopori oleh pasukan gabungan antara kaum kafir Quraisy makkah dan yahudi bani Nadir (al-ahzaab). Pengepungan Medinah dimulai pada 31 Maret, 627 H dan berakhir setelah 27 hari.

Dua puluh pimpinan Yahudi bani Nadhir datang ke Makkah untuk melakukan provokasi agar kaum kafir mau bersatu untuk menumpas kaum muslimin. Pimpinan Yahudi bani Nadhir juga mendatangi Bani Ghathafan dan mengajak mereka untuk melakukan apa yang mereka serukan pada orang Quraisy.

Selanjutnya mereka mendatangi kabilah-kabilah Arab di sekitar Makkah untuk melakukan hal yang sama. Semua kelompok itu akhirnya sepakat untuk bergabung dan menghabisi kaum muslimin di Madinah sampai ke akar-akarnya.

Jumlah keseluruhan pasukan Ahzab (sekutu) adalah sekitar sepuluh ribu prajurit. Jumlah itu disebutkan dalam kitab sirah adalah lebih banyak ketimbang jumlah orang-orang yang tinggal di Madinah secara keseluruhan, termasuk wanita, anak-anak, pemuda dan orang tua.

Menghadapi kekuatan yang sangat besar ini, atas ide Salman al-Farisi, kaum muslimin menggunakan strategi penggalian parit untuk menghalangi sampainya pasukan musuh ke wilayah Madinah.

5. PERANG TABUK


Perang Tabuk atau juga Ekspedisi Tabuk, adalah ekspedisi yang dilakukan umat Islam pimpinan Muhammad pada 630 M atau 9 H, ke Tabuk, yang sekarang terletak di wilayah Arab Saudi barat laut.

Romawi memiliki kekuatan militer paling besar pada saat itu. Perang Tabuk merupakan kelanjutan dari perang Mu’tah. Kaum muslimin mendengar persiapan besar-besaran yang dilakukan oleh pasukan Romawi dan raja Ghassan.

Informasi tentang jumlah pasukan yang dihimpun adalah sekitar empat puluh ribu personil. Keadaan semakin kritis, karena suasana kemarau. Kaum muslimin tengah berada di tengah kesulitan dan kekurangan pangan.

Untuk melindungi umat Islam di Madinah, Muhammad memutuskan untuk melakukan aksi preventif, dan menyiapkan pasukan. Hal ini disulitkan dengan adanya kelaparan di tanah Arab dan kurangnya kas umat Muslimin.

Namun, Muhammad berhasil mengumpulkan pasukan yang terdiri dari 30.000 orang, jumlah pasukan terbanyak yang pernah dimiliki umat Islam.

Setelah sampai di Tabuk, umat Islam tidak menemukan pasukan Bizantium ataupun sekutunya. Menurut sumber-sumber Muslim, mereka menarik diri ke utara setelah mendengar kedatangannya pasukan Muhammad.

Namun tidak ada sumber non-Muslim yang mengkonfirmasi hal ini. Pasukan Muslim berada di Tabuk selama 10 hari. Ekspedisi ini dimanfaatkan Muhammad untuk mengunjungikabilah-kabilah yang ada di sekitar Tabuk.


Hasilnya, banyak kabilah Arab yang sejak itu tidak lagi mematuhi Kekaisaran Bizantium, dan berpihak kepada Muhammad dan umat Islam. 

Muhammad juga berhasil mengumpulkan pajak dari kabilah-kabilah tersebut. Saat hendak pulang dari Tabuk, rombongan Muhammad didatangi oleh para pendeta Kristen di Lembah Sinai.

Muhammad berdiskusi dengan mereka, dan terjadi perjanjian yang mirip dengan Piagam Madinah bagi kaum Yahudi. Piagam ini berisi perdamaian antara umat Islam dan umat Kristen di daerah tersebut.

Muhammad akhirnya kembali ke Madinah setelah 30 hari meninggalkannya. Umat Islam maupun Kekaisaran Bizantium tidak menderita korban dari peristiwa ini, karena pertempuran tidak pernah terjadi.

Sekian info mengenai 5 Perang Besar dalam Sejarah Islam semoga berguna , jika berguna monggo di share ke rekan-rekan sekalian. Jika berkenan silahkan tinggalkan komen dan kritik yang membangun pada kolom di bawah ini…. Terima kasih….

Jumat, 28 Oktober 2016

Kenapa Rasulullah Sangat Sayang Terhadap Kucing?

Kenapa Rasulullah Sangat Sayang Terhadap Kucing? - Pernah dengar kisah Rasulullah yang memiliki kucing bernama Muezza? dikisahkan dalam suatu riwayat bahwa ketika Rasulullah mendengar suara adzan dan hendak mengambil jubahnya untuk shalat, beliau melihat kucingnya yang bernama Muezza sedang tidur di jubah Rasulullah.

Melihat Muezza sedang tidur nabi tidak membangunkan dia, Rasulullah malah memotong sebagian jubahnya dan meninggalkan Muezza dalam keadaan masih tidur. Dan ketika Rasul kembali kerumah setelah shalat, Muezza terbangun dan menundukan kepalanya dihadapan Rasulullah.

Rasulullah kemudian mengelus badan kucing tersebut dengan lembut sebagai bentuk kasih sayangnya kepada Muezza. Inilah bukti bahwa Rasulullah adalah seseorang yang memiliki hati dan sikap yang lembut dan penyayang.


Kenapa Rasulullah Sangat Sayang Terhadap Kucing?

Rasulullah sangat menyayangi kucingnya, bahkan ketika beliau sedang berceramah di rumahnya, beliau memangku Muezza dalam pangkuannya. Beliau juga wudu menggunakan air yang telah digunakan Muezza untuk minum.

Karena saking sayangnya kepada kucing, Rasulullah pernah berpesan kepada para sahabatnya untuk menyayangi kucing peliharaannya layaknya seorang anggota keluarga. Karena barangsiapa yang bersikap kasar kepada kucing maka hukumannya adalah neraka.

Ancaman ini bukanlah omong kosong, karena Rasulullah sendiri dalam shahih Bukhari dari Ibnu Umar ra bahwa rasulullah saw bersabda,

"Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai," [HR. Bukhari]

Dalam beberapa hadits Nabi juga menegaskan bahwa kucing itu tidaklah najis, bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.

Bahkan penelitian ilmiah saat ini membuktikan bahwa kucing itu hewan yang paling bersih. 

Ada beberapa fakta ilmiah yang membuktikannya, diantaranya:

LIDAH KUCING PEMBERSIH PALING CANGGIH


Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya. Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

KUCING MEMILIKI KULIT ANTI KUMAN


Berbagai penelitian telah dilakukan terhadap kucing yang berbeda-beda usia. Penelitian tersebut dilakukan dengan cara menanam kuman pada bagian-bagian khusus dan kemudian diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.

Lalu apa hasilnya? hasilnya sangat mengejutkan!
  1. Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.
  2. Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
  3. Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.
  4. Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
  5. Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.
  6. Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.

Bahkan para ilmuwan dan peneliti mengatakan:

  • Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing.
  • Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.
  • Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing,
  • Manusia 1/4 anjing, kucing 1/2 manusia.
  • Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.
  • Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll)
  • Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air.
  • Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.

Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih daripada manusia.

Dan masih banyak lagi fakta-fakta ilmiah tentang kucing. Selain itu, kucing juga memiliki beberapa keistimewaan diantaranya:

SISA MAKANAN KUCING ADALAH SUCI


Dalam sebuah hadits dari Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.

Kabsyah berkata, "Perhatikanlah." Abu Qatadah berkata, "Apakah kamu heran?" Ia menjawab, "Ya." Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW pernah bersabda, "Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan)," [HR At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah]

Pada hadits lain diriwayatkan dari Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata,

"Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana." Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.

Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, "Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis."

Kemudian diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya. Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur.

Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.

Rasulullah SAW bersabda, "Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling." Aisyah pernah melihat Rasulullah SAW berwudhu dari sisa jilatan kucing." [H.R AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni].

Hadis ini diriwayatkan Malik, Ahmad, dan imam hadits yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah hewan yang sangat bersih baik badan, kulit, lidah, bahkan liurnya. Inilah alasan mengapa Rasulullah sangat sayang kepada kucingnya, Muezza.

Dan barangsiapa yang menyiksa seekor kucing, maka ia akan mendapatkan hukuman neraka. Untuk itu, marilah kita menyayangi kucing, jangan menyiksa mereka. Karena Rasulullah pun mencontohkan demikian, apakah ada manusia yang lebih baik daripada Rasulullah? tentu saja tidak.

"Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu." [QS. Al-Ahzab ayat 22]

Sekian info mengenai  Kenapa Rasulullah Sangat Sayang Terhadap Kucing? semoga berguna , jika berguna monggo di share ke rekan-rekan sekalian. Jika berkenan silahkan tinggalkan komen dan kritik yang membangun pada kolom di bawah ini…. Terima kasih….

Inilah Amalan yang Dilakukan Rasulullah Setelah Subuh

Inilah Amalan yang Dilakukan Rasulullah Setelah Subuh - "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." [QS. Al-Ahzab ayat 21]

Rasulullah adalah manusia yang paling baik amal, ibadah, akhlak dan segala sesuatu yang ada dalam diri Rasulullah adalah baik. Beliau adalah rasul utusan terakhir yang diutus untuk semua umat manusia.

Rasulullah adalah contoh terbaik dalam segala hal, termasuk dalam hal ibadah. Oleh karena itu, kita sebaiknya mencontoh Rasulullah dalam beribadah. Karena mengikuti sunah beliau akan memberikan manfaat untuk diri kita sekaligus menjadi bekal kita kelak di akhirat.


Inilah Amalan yang Dilakukan Rasulullah Setelah Subuh

Ada banyak sekali amalan sunah yang diajarkan Rasulullah kepada kita seperti puasa, shalat malam, dan lain sebagainya. Namun ada beberapa amalan sunah yang mungkin belum diketahui oleh banyak umat Islam, dan berikut adalah amalan agung yang dilakukan Rasulullah tapi jarang diketahui oleh umat Islam.

AMALAN RASULULLAH SETELAH SUBUH

Tidak dipungkiri bahwa subuh adalah waktu yang paling berat untuk melakukan ibadah, karena pada waktu subuh kita sedang enak-enaknya tidur. Namun, sudah menjadi kewajiban kita sebagai seorang muslim untuk melakukan shalat subuh.

Shalat subuh memanglah shalat yang singkat, karena hanya dilakukan sebanyak dua rakaat saja. Namun meskipun singkat terkadang shalat subuhlah yang banyak ditinggalkan oleh orang Islam karena berbagai macam alasan.

Meskipun berbagai macam alasan muncul, hal ini tidak menggugurkan kewajiban yang harus kita kerjakan sebagai seorang muslim yaitu melaksanakannya. Bahkan Rasulullah sendiri setelah shalat subuh beliau masih melakukan ibadah lain, masya Allah sungguh sebuah contoh yang baik untuk diikuti umat Islam.

Tahukah Anda amalan apa yang Rasulullah kerjakan setelah shalat subuh? 

Setelah shalat subuh, yang dilakukan beliau selanjutnya adalah duduk berdzikir kepada Allah SWT. Dari Jabir RA bin Samurah RA, Bahwasanya Nabi SAW apabila selesai shalat shubuh, duduk di tempat shalatnya hingga matahari meninggi," [HR. Muslim]

Amalan ini tentu saja sangat bermanfaat dan mengandung banyak pahala, bahkan pahalanya sama dengan pahala ibadah haji dan umrah yang sempurna. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

Dari Anas RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir kepada Allah hingga terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat, maka ia mendapat pahala haji dan umrah dengan sempurna, sempurna, sempurna," [HR. Tirmidzi]

Sekian info mengenai  Inilah Amalan yang Dilakukan Rasulullah Setelah Subuh semoga berguna , jika berguna monggo di share ke rekan-rekan sekalian. Jika berkenan silahkan tinggalkan komen dan kritik yang membangun pada kolom di bawah ini…. Terima kasih….

Rabu, 26 Oktober 2016

Tunggangan Bangsa Jin

Tunggangan Bangsa Jin - Jin merupakan salah satu makhluk ciptaan Allah yang memiliki kewajiban yang sama seperti manusia yakni wajib beribadah dan menyembah Allah SWT. Jin hidup seperti manusia, mereka makan, minum, dan berkembang biak.

Selain itu, mereka juga tinggal disekitar kita. Namun karena mereka adalah gaib, maka kita tidak dapat melihatnya secara langsung. Seperti manusia, jin juga memiliki hewan-hewan peliharaan seperti kuda, keledai, dan sebagainya.

Didalam Alquran disebutkan juga bahwa jin ternyata memiliki hewan tunggangan seperti yang manusia gunakan. Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa makanan hewan dari bangsa jin adalah kotoran dari hewan milik manusia. Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan,
Tunggangan Bangsa Jin
"Untuk kalian (golongan jin) segala tulang yang disebut nama Allah atasnya (pada saat penyembelihannya), yang kalian dapatkan masih banyak dagingnya, dan setiap kotoran binatang adalah makanan untuk binatang kalian (golongan jin). Oleh karenanya janganlah (golongan manusia) beristinjak (cebok) dengan keduanya, sebab keduanya adalah makanan saudara-saudara kalian" HR. Muslim no. 450]

Kemudian lagi dikatakan bahwa setan ternyata memiliki tunggangan. Tunggangan mereka adalah kuda, hal ini diungkapkan Allah dalam firman-Nya. Pada saat Iblis diperintahkan Allah untuk sujud kepada Adam dan ia membangkang, kemudian Allah melaknat Iblis.

Kemudian, Iblis yang terlaknat itu memohon kepada Allah agar diberi penangguhan ajal dan agar bisa menyesatkan anak cucu Adam hingga hari kiamat. Allah kemudian mengabulkan permohonan Iblis, Allah berfirman:

"Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu (suaramu), dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka" [QS. Al Israa’ ayat 64]

Itulah ayat yang menyebutkan bahwa setan memiliki tunggangan yaitu kuda. Sekian info mengenai  Tunggangan Bangsa Jin semoga berguna , jika berguna monggo di share ke rekan-rekan sekalian. Jika berkenan silahkan tinggalkan komen dan kritik yang membangun pada kolom di bawah ini…. Terima kasih….

Sejarah Lahirnya Metode Iqro Untuk Belajar Membaca Alquran

Sejarah Lahirnya Metode Iqro Untuk Belajar Membaca Alquran - Saat ini metode belajar membaca Alquran sudah semakin berkembang, salah satu metode belajar membaca Alquran yang paling umum di Indonesia adalah dengan menggunakan metode Iqra.

Kita pasti sudah tidak asing lagi dengan metode belajar membaca Alquran yang satu ini. Metode Iqro' sendiri merupakan sebuah metode belajar membaca Alquran yang langsung menekankan untuk mengenal huruf-huruf arab (hijaiyah) dan sekaligus latihan membaca.

Buku-buku panduan Iqro' saat ini sudah dapat dengan mudah kita jumpai dimana saja, dalam buku Iqro' tersebut terdapat 6 jilid yang dimulai dengan tingkatan yang paling sederhana hingga sempurna.
Sejarah Lahirnya Metode Iqro Untuk Belajar Membaca Alquran

Metode Iqro' ini sudah terbukti mampu membantu banyak orang yang ingin bisa membaca Alquran sehingga mereka bisa membaca Alquran dengan lancar. Tapi, tahukah Anda siapa sebenarnya pencetus metode Iqro' ini?

Beliau adalah Kyai Haji As'ad bin Humam, beliaulah yang mempelopori metode belajar membaca Alquran cepat dengan metode Iqro'.
K.H. As'ad Humam
K.H. As'ad Humam lahir di Yogyakarta pada tahun 1933 dan wafat pada 2 Februari 1996 di usia beliau yang ke-63 tahun. Pada usia remaja, beliau mengalami pengapuran dini yang membuatnya sulit bergerak seperti orang-orang pada umumnya.

Namun, meskipun hidupnya dalam keterbatasan namun beliau tidak menyerah dalam menyebarkan ilmu yang bermanfaat bagi banyak orang. Beliau mulai aktif dalam dunia pendidikan Islam setelah berkenalan dengan K.H. Dahlan Salim Zarkasy.

Kemudian seiring dengan berjalannya waktu, K.H. As'ad Humam mulai mengembangkan metode belajar membaca Alquran yang mudah untuk dipahami, beliau mulai menyusun metode Iqro' ini untuk orang-orang yang ingin belajar membaca Alquran.

Hingga pada akhirnya, metode ini dikenal luas oleh masyarakat muslim di Indonesia dan diterima dengan sangat baik. Hal ini dikarenakan metode Iqro' ini dianggap sangat praktis dan mudah dipelajari terutama untuk anak-anak sehingga mereka dapat mudah mengenal huruf-huruf hijaiyah dengan mudah.

Meskipun beliau hanya mampu menempuh kelas 2 di Madrasah Mualimin Muhammadiyah Yogyakarta atau setara dengan SMP, namun gelar pahlwan sangatlah layak disematkan pada beliau ini yang berjuang dengan pemikiran-pemikirannya dalam melestarikan Alquran.

Bahkan kita semua mendapatkan manfaat yang sangat luar biasa dari metode Iqro' yang ditemukan oleh K.H. As'ad Humam. Saat ini, metode Iqro' ini sudah tidak hanya digunakan oleh masyarakat muslim Indonesia saja, namun beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura dan beberapa negara lain juga telah menerapkan metode ini sebagai sarana belajar membaca Alquran dengan praktis dan mudah.

Sejauh ini, metode pembelajaran Alquran dengan metode Iqro' sudah berkembang dengan sangat pesat baik di dalam maupun di luar negeri. Di Indonesia saja banyak kita jumpai TPA/TPQ yang menggunakan metode Iqro' ini.

Karena banyak sekali manfaat yang ada dalam metode belajar Iqro ini bagi anak-anak maupun orang yang ingin bisa membaca Alquran dengan mudah dan praktis. Semoga ilmu yang beliau berikan ini menjadi amal jariyah yang tidak akan putus hingga hari kiamat kelak, aamin yaa Rabbal alamiin.

Sekian info mengenai  Sejarah Lahirnya Metode Iqro Untuk Belajar Membaca Alquran semoga berguna , jika berguna monggo di share ke rekan-rekan sekalian. Jika berkenan silahkan tinggalkan komen dan kritik yang membangun pada kolom di bawah ini…. Terima kasih….